Corak Paham Marxisme Terhadap Pemikiran Ir. Soekarno Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Abstract
Membahas pengaruh paham Marxisme terhadap pemikiran politik Soekarno selama periode pergerakan tahun 1926-1945 di Indonesia. Sebagai Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno terpengaruh oleh tiga aliran besar: Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Namun, pengaruh paling signifikan pada Soekarno adalah paham Marxisme,
yang ia terapkan dalam perjuangan anti-kolonialis. Soekarno melihat Marxisme sebagai sumber inspirasi untuk memotivasi rakyat dalam membebaskan diri dari penjajahan. Dalam ranah politik, tujuan Soekarno adalah melakukan revolusi dengan menggunakan konsep kaum Marhaen untuk mengakhiri dominasi kapitalisme dan memerdekakan Indonesia. Pemikiran politik Soekarno sangat dipengaruhi oleh paham Marxisme selama masa pengabdian padarepublik, membentuk ide-ide brilian untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, terjadi evolusi dalam pemikiran politik Soekarno, dengan pengaruh langsung Marxisme pada konsep-konsep seperti Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, serta
pengaruh tidak langsungnya pada strategi perjuangan, sikap politik, dan gagasan Marhaenisme
Full Text:
PDFReferences
Alfian. (1982). Politik, kebudayaan dan manusia Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Daliman. (2012). Metodologi penelitian sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Giebels, L. (2001). Soekarno: Biografi 1901-1950. Jakarta: Grasindo.
Jurdi, S. (2016). Kekuatan-kekuatan politik Indonesia. Jakarta: Prenada Media Group.
Kasenda, P. (2014). Sukarno muda: Biografi pemikiran 1926-1933. Depok: Komunitas
Bambu.
Situmorang, J. (2016). Bung Karno: Biografi putra sang fajar. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
DOI: https://doi.org/10.1025/.v1i1.39
DOI (PDF): https://doi.org/10.1025/jsse.v1i1.39.g34
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXING:




Journal of Social Sciences in Education by Borneo Riset Edukasi is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International



