Tarekat As-Syahadatain di Kecamatan Mejobo, Kudus: Sejarah dan Kegiatan
Abstract
Tarekat As-Syahadatain dibentuk oleh Habib Umar pada tahun 1947 di Panguragan, Cirebon, Jawa Barat. Awal mula Tarekat ini berupa kelompok pengajian Syahadatain yang rutin dilaksanakan dikediaman Habib Umar beserta istrinya, yang kemudian diabadikan menjadi nama Tarekat. Penamaan Syahadatain karena kegiatan pada pengajiannya membiasakan membaca syahadat. Banyak masyarakat muslim yang tidak mengetahui sejarah Tarekat As-Syahadatain dan kegiatan yang ada didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui sejarah dari Tarekat As-Syahadatain di kecamatan Mejobo, Kudus dan juga kegiatan yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersumber dari buku dan beberapa jurnal. Selain, library research penelitian ini juga menggunakan metode wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang nantinya akan disajikan pada bagian pembahasan. Hasil penelitian yang didapat bahwa Tarekat As-Syahadatain memiliki ciri khas yakni jamaahnya yang membiasakan memakai baju putih pada saat akan melaksanakan sholat fardhu, hal itu dilakukan sebagai cerminan dari meneladani sifar kanjeng Nabi Muhammad SAW. Adapun kegiatan-kegiatannya yaitu berzanji, tawasul kepada 25 kanjeng nabi, kholan setiap tanggal 11 syuro. Tarekat As-Syahadatain ini mentradisiskan membaca sholawat, syahadat, dan juga memebaca wirid. Keberadaan Tarekat As-Syahadatain ini sudah eksis dan berkembang sampai ke Jawa Tengah, utamanya di Kudus.
Full Text:
PDFReferences
Fahrudin, F., Rahmat, M., Yahya, M. W. B. H. M., Syafei, M., & Abdurrahman, M. (2023). Exploring students' perspectives on sufism and tarekat in Islamic education. Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.33521
Fakhruddin, F. (2018). Eksistensi syahadat dan shalawat dalam prespektif tarekat Asy-Syahadatain. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 4(2), 242–266. https://doi.org/10.24235/jy.v4i2.3547
Firmansyah, E. K., & Fiqih, A. (2023). Nilai-nilai tarekat Asy-Syahadatain dalam pembentukan akhlaq santri muda di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Munjul Kabupaten Cirebon. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 5(2), 99–109. https://doi.org/10.61296/jkbh.v5i2.152
Fitriyani, F. N., Kurniawan, S., Suratman, B., Taufik, E. T., & Djusmalinar, D. (2024). Santri’s spiritual resilience in modern society. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism.
Karomah, K., Sumanta, S., Bisri, B., & Fatimah, S. (2021). Konsep insan kamil Al Jili dalam tarekat Asy-Syahadatain. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 7(2), 169. https://doi.org/10.24235/jy.v7i2.9348
Marsuki, M., Sumbulah, U., & Syaifuddin, H. (2024). The network of Sufi scholars and the development of Sufism in Indonesia. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism.
Mawardi, K., Masykur, Z. M., & Hidayat, A. (2024). Tarekat as a multicultural space: Integration of diversity values in sufism. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan.
Muthia’ah, A., Hasyim, A. F., & [Nama Penulis Lainnya]. (2016). Living sunnah jama’ah Al-Syahadatain (studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Kuningan). Diya’Al-Afkar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadits, 4(2), 183–201.
Rohmawati, H. S., & Zulkifli, Z. (2024). The role of Sufi orders in social change in Indonesia: A systematic literature review. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism.
Rosyid, M. (2018). Mengidentifikasi kemuktabarahan tarekat Syahadatain. ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 19(1), 98. https://doi.org/10.18860/ua.v19i1.4811
Rosyid, M. (2019). Tarekat Asy-Syahadatain: Sejarah, aktifitas, dan ajaran. Journal of Islamic Studies and Humanities, 3(2), 181–198. https://doi.org/10.21580/jish.32.2932
Yahya, M. A., Mahaiyadin, M. H., & Osman, A. S. (2024). The role of sufism and tarekat in spiritual development. Al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies.
Syarifuddin, S., Triyono, S., Nur'aini, F., Rahmia, S. H., & Rusmaniah, R. (2025). Analysis of The Tiktok Social Media Phenomenon For Students: A Case Study of The Millennial Generation. The Kalimantan Social Studies Journal, 6(2), 209-220.
DOI: https://doi.org/10.1025/jsse.v1i2.185
DOI (PDF): https://doi.org/10.1025/jsse.v1i2.185.g52
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXING:




Journal of Social Sciences in Education by Borneo Riset Edukasi is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International



