Pengaruh Adversity Quotient dan Kemandirian Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Fisika Kelas X SMA
Abstract
This study aims to reveal the effect of adversity quotient and student learning independence on physics learning achievement. The population of this study was students of class X IPA SMA; the determination of the sample is done randomly using a research tool in the form of a questionnaire. The data analysis technique used descriptive analysis and data processing using IBM SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) software. This research process resulted in an adversity quotient and student learning independence in the moderate and positive categories, and it affected the physics learning achievement of students of class X IPA SMA either simultaneously or partially. For further research, it is recommended that it is not limited to class X science but more broadly to several classes in one school to generalize the research results.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh adversity quotient dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika. Populasi dari penelitian ini adalah murid kelas X IPA SMA. Penentuan sampelnya dilakukan dengan acak menggunakan perangkat penelitian berupa angket. Teknik analisis data memakai analisis deskriptif serta memakai pengolah data menggunakan software IBM SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Proses penelitian ini menghasilkan adversity quotient dan kemandirian belajar siswa berada pada kategori sedang dan positif, serta mempengaruhi prestasi belajar fisika pada peserta didik kelas X IPA SMA baik secara simultan ataupun parsial. Untuk penelitian selanjutnya disarankan tidak terbatas pada kelas X IPA saja, tetapi lebih luas terhadap beberapa kelas di satu sekolah, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Achdiyat, M., & Warhamni, S. (2018). Sikap cara belajar dan prestasi belajar. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(1), 49–58.
Ali, M., & Asrori, M. (2015). Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Rineka Cipta.
Burns, R. B. (1993). Konsep diri (Teori, pengukuran, perkembangan, dan perilaku). Alih bahasa: Eddy. Arcan.
Chodijah, S., Fauzi, A., & Wulan, R. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran fisika menggunakan model guided inquiryyang dilengkapi penilaian portofolio pada materi gerak melingkar. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 1, 1–19.
Dewi, M., & Suhendri, H. (2017). Pengaruh kemandirian dan ketahanmalangan (adversity quotient) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Jurnal Intraksi, 2(3), 724–735.
Hanifa, Y. (2017). Emotional quotient dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 25–33. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4327
Kartika, D. T. (2013). Pengaruh kebiasaan belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas x di sma negeri 1 jombang. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 1(3), 1–15.
Kusjuriansah, & Yulianto, A. (2019). Pengembangan bahan ajar fisika berbasis i-sets terkomplementasi karakter pada materi hukum gravitasi newton. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 8(2), 120–132.
Nurjannah, N., Arsyad, N., & Darwis, M. (2019). Kemampuan berpikir divergen, adversity quotient, sikap terhadap matematika, persepsi tentang cara mengajar guru, motivasi dan hasil belajar matematika. Vidya Karya, 33(2), 168. https://doi.org/10.20527/jvk.v33i2.5800
Nurlailiyah, A., & Deta, U. A. (2015). Studi korelasi antara kemampuan matematika dengan hasil belajar fisika di sma pgri sumberrejo bojonegoro tahun ajaran 2014/2015. Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya (JPFA), 5(2), 64. https://doi.org/10.26740/jpfa.v5n2.p64-69
Pratama, D. S., Ermawaty, I. R., & Hartini, T. I. (2017). Hubungan antara adversity quotient dan self efficacy dengan menggunakan model pbl terhadap hasil belajar fisika siswa sma. JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Dan Riset Ilmiah), 1(2), 88–93. https://doi.org/10.30599/jipfri.v1i2.117
Ruwanto, B. (2009). Gagasan mengajarkan fisika matematik di sma. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, Dan Penerapan MIPA.
Slameto, A. . (2002). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Stoltz, P. (2000). Adversity quotoient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang (diterjemahkan oleh T Hermaya). PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Supardi. (2013). Pengaruh adversity qoutient terhadap prestasi belajar matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 3(1), 61–71. https://doi.org/10.30998/formatif.v3i1.112
Wahyuningsih, T., Raharjo, T., & Masithoh, D. F. (2013). Pembuatan instrumen tes diagnostik fisika sma kelas xi. Jurnal Pendidikan Fisika, 1(1), 111–117.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Milawati Milawati, Abdul Salam M, Surya Haryandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
INDEXING:




Ampere Journal of Physics Education by Borneo Research and Education Center is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
Borneo Riset Edukasi
Jl. Revolusi Gg. 11 No. 6B, Samarinda, Kalimantan Timur, 75125


_.png)
