Pengaruh Face Painting untuk Meningkatkan Kemampuan Kontak Mata pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)

Vela Ratna Sari, Mirnawati Mirnawati, Dewi Juwita Susanti

Abstract


This research was motivated by the lack of eye contact in ASD children which makes it difficult to focus on what others convey both messages / information and in academic terms. The purpose of this study is to determine the effect of Face Painting in improving the eye contact ability of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in SLB Negeri Marabahan. This research uses a quantitative approach with a type of single subject research or commonly called Single Subject Research (SSR). The research design used was A1-B-A2 where at baseline stage 1 (A1) 4 sessions were carried out, intervention stage (B) as many as 6 sessions, and baseline stage 2 (A2) as many as 4 sessions. The subject in this study was a child of ASD class IV SLB Negeri Marabahan. The data collection technique used is observation and documentation where data recording when observation is carried out by 3 observers. The analysis techniques used are analysis under conditions and analysis between conditions with the presentation of data in the form of visual, graphs and tables. The results showed that Face Painting can improve the eye contact ability of children with ASD. This is evidenced by the mean level of the subject's initial ability to maintain contact at baseline stage 1 (A1) for only 2 seconds in a span of 15 minutes, at the intervention stage (B) the subject's ability gradually increased to 5 seconds in a span of 15 minutes, and at baseline stage 2 (A2) the subject's ability to maintain eye contact increased again to 9 seconds from a span of 15 minutes. Based on the acquisition of these data, it can be concluded that Face Painting has a positive effect in improving the eye contact ability of children with ASD in SLB Negeri Marabahan.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kontak mata pada anak ASD yang membuatnya sulit untuk fokus dengan apa yang orang lain sampaikan baik itu pesan/informasi maupun dalam hal akademik. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Face Painting dalam meningkatkan kemampuan kontak mata anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian subjek tunggal atau biasa disebut Single Subject Research (SSR). Desain penelitian yang digunakan adalah A1-B-A2 yang mana pada tahap baseline 1 (A1) dilakukan sebanyak 4 sesi, tahap intervensi (B) sebanyak 6 sesi, dan tahap baseline 2 (A2) sebanyak 4 sesi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak ASD kelas IV SLB Negeri Marabahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi yang mana pencatatan data saat observasi dilakukan oleh 3 pengamat. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi dengan penyajian data berbentuk visual grafik dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Face Painting dapat meningkatkan kemampuan kontak mata anak dengan ASD. Hal ini dibuktikan dengan mean level kemampuan awal subjek dalam mempertahankan kontak pada tahap baseline 1 (A1) hanya selama 2 detik dalam rentang waktu 15 menit, pada tahap intervensi (B) kemampuan subjek secara bertahap meningkat menjadi 5 detik dalam rentang waktu 15 menit, dan pada tahap baseline 2 (A2) kemampuan subjek dalam mempertahankan kontak mata meningkat lagi menjadi 9 detik dari rentang waktu 15 menit. Berdasarkan perolehan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Face Painting berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan kontak mata anak dengan ASD di SLB Negeri Marabahan.


Full Text:

PDF

References


Adnyana, I. W., & Sari, D. N. L. D. I. (2019). Pengembangan diri anak autistik melalui pembelajaran seni lukis media baju kaos di rumah belajar autis sarwahita peguyangan. Universitas Denpasar.

Amalia, D., & Fatmawati, D. P. (2023). Pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak autis spectrum disorder di kb/tk inklusi srawung bocah yogyakarta. Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 5(2), 377–381.

Bellarina, T. (2016). Meningkatkan rentang perhatian anak autis dalam pembelajaran pengenalan huruf. Journal of Disability Studies, 3(2), 246–266.

Carbone, V. J., O’Brien, L., Sweeney-Kerwin, E. J., & Albert, K. (2013). Teaching eye contact to children with autism: A conceptual analysis and single case study. Education and Treatment of Children, 36(2), 139–159.

Darmawan, A. (2018). Aplikasi deteksi dini ADHD pada anak - anak menggunakan skala penilaian perilaku anak hiperaktif berbasis android. Journal E-Proceeding of Engineering, 5(3), 6042–6049.

Kazdoba, T. M., Leach, P. T., & Crawley, J. N. (2016). Behavioral phenotypes of genetic mouse models of autism. Genes, Brain and Behavior, 15(1), 7–26.

Kennedy, & Shawn, M. (2008). Eye contact and autism. American Journal of Nursing, 2(1).

Lord, C., Brugha, T. S., Charman, T., Cusack, J., Dumas, G., Frazier, T., & Veenstra-VanderWeele, J. (2020). Autism spectrum disorder. Nature Reviews Disease Primers, 6(1), 1–23.

Lyall, K., Schmidt, R. J., & Hertz-Picciotto, I. (2014). Maternal lifestyle and environmental risk factors for autism spectrum disorders. International Journal of Epidemiology, 43(2), 443–464.

Muhaemanurrohmah, H., & Eman, A. (2023). Kolaborasi Makeup Wajah Fantasi “Cruella De Vil” dan Makeup Dekoratif Pengantin Sunda Putri Untuk Pesta Malam Halloween. Jurnal Tata Rias, 13(1), 27-38.

Resmisari, R. (2016). Penerapan metode aba (applied behavior analysis) untuk meningkatkan kontak mata pada anak dengan gangguan autis: sebuah laporan kasus. Journal Psychology Forum, 1(1), 374–378.

Rizky, S. D. (2019). Pengaruh media video tutorial face painting terhadap hasil praktek face painting kelas xi kecantikan smk n 10 medan. Universitas Negeri Medan.

Safaria, T. (2005). Autisme. In Graha Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXING:

 

Journal of Disability Studies in Education and Sport by Borneo Riset Edukasi is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International