Pengelolaan Tanaman Hydroponic untuk Meningkatkan Pendapatan Desa Beringin Tunggal Jaya
Abstract
Community service activities aim to increase the income of the Beringin Tunggal Jaya village by managing hydroponic plants. The implementation method uses the ABCD (Asset Based Community Development) approach, namely initial planning by collecting data and identifying community resources and needs: its implementation is carried out by involving the community in the process, and evaluations are carried out during the process and final results. The results of this service show that this hydroponic management has been successful and has increased the income of the Beringin Tunggal Jaya village. Hydroponic management has been done well and can reactivate village property no longer operating. The marketing strategy carried out can also be expanded to the Beringin Tunggal Jaya village marketing network.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pendapatan desa Beringin Tunggal Jaya dengan melakukan pengelolaan tanaman hidroponik. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) yakni perencanaan awal dengan mendata dan mengidentifikasi sumber daya dan kebutuhan masyarakat: dalam pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya: dan evaluasi yang dilakukan selama proses dan hasil akhir. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pengelolaan hidroponik ini telah berhasil dan telah dapat meningkatkan pendapatan desa Beringin Tunggal jaya. Pengelolaan hidroponik yang di lakukan telah terlaksana dengan baik dan dapat mengaktifkan kembali badan usaha milik desa yang sudah tidak beroperasi. Strategi pemasaran yang di lakukan juga dapat memperluas jaringan pemasaran desa Beringin Tunggal Jaya.
Full Text:
PDFReferences
Aini, N., & Azizah, N. (2018). Teknologi budidaya tanaman sayuran secara hidroponik. In Malang: UB Press.
Aryani, L. (2021). Strategi pemasaran: UMKM dan pandemi covid-19. In Sleman. Penerbit Deepublish Publisher.
Lingga, P. (1999). Hidoponik: Bercocok tanam tanpa tanah. In Penebar Swadaya.
Mahyuni, L. P., & Gayatri, L. P. Y. R. (2021). Pengenalan sistem pertanian hidroponik rumah tangga di desa dalung. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(6), 1403-1412.
Noor, M. F., & Zulfiani, D. (2021). Indikator pengembangan desa wisata jilid 1. In CV Literasi Nusantara Abadi.
Purwidyaningrum, I., Iswandi, I., & Untari, M. K. (2020). Pembinaan teknik bercocok tanam hidroponik tanaman obat di perumahan josroyo. Journal of Dedicators Community, 4(2), 94-106.
Rahmi, D. Y., Faisal, R. F., Agestayani, A., Susiana, S., Marlina, W. A., Mardiah, F. P., ... & Srivani, M. (2020). Hidroponik sebagai bentuk pemanfaatan lahan sempit untuk peningkatan pendapatan rumah tangga di Nagari Sungai Kamuyang. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 3(1), 20-30.
Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik. Jurnal Bonorowo, 1(2), 43-49.
Septiadi. (2020). Mengabdi kepala negeri di kampung halaman. In UIN Sunan Gunung Jati: LP2M SGD Bandung.
Simanjuntak, M. (2021). Kewirausahaan konsep dan strategi. In Yayasan Kita Menulis.
Soraya, D. (2021). Kewirausahaan. In Anggota IKAPI.
Stiawan, E. (2018). Integrated marketing communication. In Samudra Biru.
Sumantri, B. (2020). Bertanam praktis dan bersih dengan hidroponik. In Media Sains Indonesia.
Susanto, T. (2015). Rahasia sukses budi daya tanaman dengan metode hidroponik. In Bibit Publisher.
Untung, O. (2004). Hidroponik sayuran sistem NFT (Nutrient Film Technique). In Penebar Swadaya.
Wibowo, H. (2015). Panduan terlengkap hidroponik. In FlashBooks.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXING:







