Pendampingan Masyarakat dalam Perencanaan Model Bisnis Pengembangan Destinasi Wisata Alam Jungle Track Batu Tulis Kediri

Arisyahidin Arisyahidin, Ainul Luthfiana, Ahsin Daroini, Eka Askafi

Abstract


Paguyuban Wilis Asri is a Jugo Village youth group that focuses on managing Gazebo camping grounds in the Besuki Tourism Area in Kediri Regency, with abundant natural potential. However, it has limitations in the capacity of human resources as managers. Mentoring activities aim to assist the community in developing a strategy for developing a natural tourist destination. Activities will be carried out in March-August 2022. Activities will be carried out using an appreciative inquiry approach in five stages (5D), starting with definition, namely defining the goals and content to be achieved, then discovery, including field observation in its function to explore potential, dreaming, namely equalizing perceptions and experiences. (best practices & lessons learned) to design development strategies. Next is design, which is the stage of creating structures, processes, and relationships that support the strategy in the previous stage. The creation of this design uses a business model canvas to describe the basic thinking about how organizations create, provide, and capture value as something that can be managed, structured in processes, and used to accommodate creative potential into business innovation. The final stage is delivery, namely designing innovations and actions (programs) to introduce new tourist destinations through online publications on social and offline media. It is hoped that this entire series of community service can be an implication of management science that will have an impact in the form of direct solutions for the economy of the people of Jugo Village through the development of new tourist destinations in their village.

 

Paguyuban Wilis Asri merupakan sub karang taruna Desa Jugo yang fokus pada pengelolaan Gazebo camping ground di Kawasan Wisata Besuki di Kabupaten Kediri, dengan potensi alam melimpah. Namun, memiliki keterbatasan dalam kapasitas sumber daya manusia sebagai pengelolanya. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk mendampingi masyarakat untuk Menyusun strategi pengembangan salah satu destinasi wisata alam. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan appreciative inquiry dalam lima tahap (5D) dimulai dengan definition, yaitu mendefinisikan tujuan dan konten yang ingin dicapai kemudian discovery meliputi observasi lapang dalam fungsinya untuk menggali potensi, dream yaitu menyamakan persepsi dan pengalaman (best practices & lesson learned) untuk merancang strategi pengembangan. Selanjutnya adalah design yang merupakan tahap menciptakan struktur, proses dan hubungan yang mendukung strategi di tahap sebelumnya. Penciptaan desain ini menggunakan business model canvas untuk menggambarkan pemikiran dasar tentang bagaimana organisasi mencipta, memberi dan menangkap nilai sebagai sesuatu yang dapat dikelola, distrukturkan dalam proses dan digunakan untuk mengakomodir potensi kreatif menjadi sebuah inovasi bisnis. Tahap terakhir adalah delivery yaitu merancang inovasi dan aksi (program) pengenalan destinasi wisata baru tersebut melalui publikasi online di media sosial maupun offline. Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi implikasi dari ilmu manajemen yang memberi dampak berupa solusi langsung bagi perekonomian masyarakat Desa Jugo melalui pengembangan destinasi wisata baru di desanya. 


Full Text:

PDF

References


Arida, I. N. (2017). Pengembangan, partisipasi lokal dan tantangan ekowisata. Cakra Press.

Choi, Y. E., Oh, C. O., & Chon, J. (2021). Applying the resilience principles for sustainable ecotourism development: A case study of the Nakdong Estuary, South Korea. Tourism Management, 83(October 2020), 104237. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104237

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2005). Appreciative inquiry: a positive revolution in Change. Berret-Koehler Publisher, Inc.

Imbaya, B. O., Nthiga, R. W., Sitati, N. W., & Lenaiyasa, P. (2019).

Capacity building for inclusive growth in community-based tourism initiatives in Kenya. Tourism Management Perspectives, 30(March 2017), 11–18. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2019.01.003

Matthies, A. L., Peeters, J., Hirvilammi, T., & Stamm, I. (2020). Ecosocial innovations enabling social work to promote new forms of sustainable economy. International Journal of Social Welfare, 29(4), 378–389. https://doi.org/10.1111/ijsw.12423

Muthmainna, W. N. A. (2022). A implementasi pengelolaan sumber daya ikan di zona ekonomi eksklusif berdasarkan united nation convention on the law of the sea 1982. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 1(04 Desember), 542-552.

Osterwalder, A., & Yves, P. (2012). Business Model Generation. PT.Elexmedia Komputindo.

Sahani, N. (2021). Application of hybrid SWOT-AHP-FuzzyAHP model for formulation and prioritization of ecotourism strategies in Western Himalaya, India. International Journal of Geoheritage and Parks, 9(3), 349–362. https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2021.08.001

Stavros, J. M., & Cole, M. L. (2014). SOARing Towards Positive Transformation and Change. ABAC ODI JOURNAL Vision. Action. Outcome, 1(2).

Wiratno. (2012). Solusi jalan tengah, esai-esai konservasi alam. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXING: